Kantor Desa Tallung Tondok, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, pada malam yang penuh semangat menjadi saksi terselenggaranya Seminar Program Kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Tahun Akademik 2025. Acara ini merupakan langkah awal mahasiswa dalam merealisasikan visi dan misi mereka melalui tema besar "Digitalisasi Desa, Memajukan Bangsa, Mencerahkan Ummat".
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting desa, mulai dari Penjabat (PJ) Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Kepala Dusun, tokoh pemuda, tokoh wanita, tokoh masyarakat, hingga aparat desa lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap semangat para mahasiswa KKN yang siap bersinergi membangun desa.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan sejumlah program kerja yang dirancang sesuai kebutuhan Desa Tallung Tondok, dengan program utama berupa pembuatan dan pengelolaan website desa. Website ini diharapkan menjadi pusat informasi dan layanan publik yang memudahkan warga dalam mengakses data, berita, serta kegiatan pemerintahan desa secara cepat dan transparan. Selain itu, ada pula program pendukung di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.
Suasana seminar berlangsung hangat dan penuh dialog. Para tokoh desa memberikan masukan, ide, serta dukungan penuh agar program yang dirancang dapat berjalan efektif. Kehadiran semua unsur masyarakat menandakan semangat gotong royong yang masih kuat melekat di Desa Tallung Tondok.
Menariknya, setelah sesi seminar program kerja selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan panitia untuk perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus mendatang. Mahasiswa KKN pun ikut terlibat aktif dalam proses perencanaan kegiatan tersebut, menunjukkan bahwa kehadiran mereka tidak hanya terbatas pada program utama, tetapi juga mendukung seluruh agenda kemasyarakatan desa.
Dengan sinergi antara mahasiswa KKN UMPAR dan masyarakat, diharapkan Desa Tallung Tondok dapat semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa kehilangan kearifan lokal yang menjadi identitasnya.